World Health Organisation Calls For Regulation Of Ecigarettes(Tulisan berikut saya terjemahkan dari sebuah artikel di laman BBC.com yang berjudul “Vape: The Word of 2014?” yang ditulis oleh Hephzibah Anderson, bertanggal 18 N0vember 2014.

Teknik penerjemahan saya lakukan dengan cara yang sama seperti penerjemahan “Berhadapan dengan Harimau Pemakan Manusia”.)

Bahasa Inggris selalu disesuaikan secara konstan dengan istilah-istilah dan frasa-frasa baru. Tapi mana yang akan bertahan? Hephzibah Anderson coba meperhatikan hal ini.

Ini mungkin sedikit terlalu dini untuk membicarakan resolusi Tahun Baru, tapi jika Anda berpikir untuk memulai 2015 dengan mengesampingkan merokok dari ‘vaping‘, Anda harus tahu bahwa ‘vape‘ ada artinya di tahun 2014. Demikianlah, pada kenyataannya, para editor Oxford Dictionaries baru saja mengumumkan Word of the Year (WOTY) internasionalnya.

Cukup fleksibel untuk mencantumkannya baik sebagai noun (kata benda: ‘rokok elektronik atau perangkat serupa; tindakan menghisap dan menghembuskan asap/uap yang dihasilkan oleh rokok elektronik atau perangkat sejenis’) dan verb (kata kerja: ‘menghisap dan menghembuskan asap/uap yang dihasilkan oleh rokok elektronik atau perangkat serupa’), kata ini ternyata ada bahkan sebelum penemuan rokok elektronik. Itulah yang terjadi di Tiongkok pada tahun 2003, namun penggunaan kata ini pertama dikenal 20 tahun sebelumnya, ketika seorang penulis bernama Rob Stepney, menulis di majalah Inggris New Society yang sekarang telah tiada, menggambarkan sebuah perangkat hipotetis yang dieksplorasi pada saat itu: “sebuah alat penghisap atau rokok ‘yang tidak-dibakar’, tampak seperti sungguhan, tapi … menghasilkan uap nikotin dengan dosis tertentu. (Kebiasaan baru, jika benar demikian, akan dikenal sebagai vaping.)

Dan memang demikian. Dalam lima tahun terakhir, rokok elektronik telah berkembang menjadi industri jutaan dolar, dan bahasa terus berpacu dengan gesit. Kata ini mulai tampil secara teratur dalam sumber-sumber utama di sekitar tahun 2009, dan menurut para editor Oxford Dictionaries, penggunaannya meningkat enam kali lipat tahun lalu. Pada tahun 2014, penggunaannya meningkat lebih dari dua kali lipat lagi. Bahasa Inggris sekarang memiliki leksikon vaping yang meluas ke vape pens, vape shops, dan vaporiums.

Tentu saja, sementara WOTY harus merupakan sebuah kata atau ungkapan yang menonjol atau penting sepanjang tahun, hal itu tidak akan sepenuhnya menjadi terdengar aneh di tahun-tahun mendatang. Menjelaskan pilihan mereka, Judy Pearsall, Direktur Editorial Oxford Dictionaries, mensinyalir bahwa pilihan tahun ini tidak akan menguap begitu saja dalam waktu dekat: “Sebagaimana vaping telah menjadi tren, dengan contoh dari para selebritas mulai dari Lindsay Lohan sampai Barry Manilow, dan dengan meningkatnya debat publik tentang bahaya publik dan kebutuhan akan regulasi, maka pada 2014 penggunaan kata ‘vape‘ dan istilah terkait ke dalam bahasa menunjukkan peningkatan tajam.”

Kata ini berhasil memuncaki daftar pendek kata-kata lainnya: bae (sebuah istilah ungkapan sayang yang signifikan, yang berasal dari bahasa Inggris Afrika-Amerika), budtender (seseorang yang bertugas melayani pelanggan di sebuah apotik atau toko ganja), contactless (sebagaimana pembayaran yang dilakukan dengan menekan kartu kredit, misalnya), indyref (referendum kemerdekaan Skotlandia), normcore (tren sehari-hari, pakaian ketinggalan zaman yang dipakai sebagai ungkapan fashion yang disengaja), dan – favorit saya sendiri – slacktivism (melakukan tindakan yang dianggap baik yang hanya membutuhkan sedikit waktu atau tenaga, seperti menandatangani petisi online).

Kata-kata dan piksel

Oxford Dictionaries bukanlah satu-satunya leksikographers yang melakukan pemilihan WOTY. Akhir tahun memicu listikal tak-terbatas (tambahan baru yang dimuat ke Oxford Dictionaries online), sehingga penggiat kata ingin melangkah lebih jauh, menyaring zeitgeist ke penajaman kebenaran tunggal. Antara sekarang dan Januari akan hadir beberapa ringkasan dari penggiat kata termasuk The American Dialect Society dan Global Language Monitor (GLM), sementara kamus Chambers dan Collins telah mengumumkan pilihan mereka: masing-masing overshare dan photobomb.

Kedua pilihan mereka – serta daftar berikutnya, yang meliputi bashtag dan digital native – menggarisbawahi pengaruh media sosial yang mengambil alih kendali bahasa kita, baik melalui kebutuhan akan keringkasannya dan langkah-langkah yang membentuk perilaku kita. Slacktivism, misalnya, umumnya dilakukan di dunia maya – ingat ‘no makeup selfie‘ dan #bringbackourgirls? – dan sebagai catatan tim Oxford Dictionaries, indyref juga dimulai sebagai hashtag Twitter. Merriam-Webster belum mengumumkan WOTY tapi salah satu dari kata-kata barunya untuk 2014 adalah hashtag, yang lainnya gamification. Dalam Oxford Dictionaries, cyberespionage, subtweet, dan clickbait sekarang dapat ditemukan – serta, sepantasnya, ‘time suck’.

Teknologi juga meningkatkan kemampuan kita untuk memantau evolusi bahasa. GLM yang berbasis di Texas menggunakan algoritma untuk menjelajah internet, blogosphere, sosial media, dan sekitar 300.000 publikasi berbahasa Inggris cetak maupun elektronik di seluruh dunia untuk kata-kata yang sedang tren. WOTY yang tidak akan diumumkan hingga akhir November itu, melainkan pada bulan April, mengungkapkan penelitian yang mungkin menggentarkan para pemerhati bahasa. Kata teratas yang kemudian keluar? Emoji – ikon kecil ungkapan perasaan yang digunakan di sosial media sebagai pengganti… kata-kata.

Ada sekarang, hilang nanti?

Yang ada pada WOTY sebelumnya – apakah yang dipilih oleh panel ahli terhormat, publik, atau robot – telah menjadi jelas bahwa dalam obrolan kita, kita sering kehilangan hal-hal yang benar-benar penting. Sebagaimana WOTY 2007 dari American Dialect Society, subprime, membentuk arti yang langgeng, pilihan tahun sebelumnya plutoed – yang akan diturunkan derajatnya – yang jelas tidak mampu melewati ujian waktu, adorkable (ya, sebuah tambahan dalam kamus Collins 2014) mungkin akan melewatinya. Kemudian, ini hal yang mengagumkan tentang bahasa: kata-kata itu cukup lunak sehingga dapat diubah dalam sekejap. Sama seperti sejarawan yang menggunakannya untuk menceritakan dengan teliti tentang masa lalu, jadi kami mengayunkannya ke masa sekarang – memotong dan menyambung kata-kata, mendistorsinya sebagai tuntutan hidup. Hal mudah yang bisa diselesaikan – dan dengan kecepatan yang mana neologisme yang menarik dapat disebarkan – berarti bahwa tidak semua kata-kata yang lahir tahun ini akan tetap bertahan.

Di situlah lengkungan-arbiter yang akan dimasuki Oxford English Dictionary (OED). Sementara turunannya, Oxford Dictionaries, berfokus pada makna modern dan penggunaannya, OED adalah kamus sejarah, melakukan pelacakan bagaimana bahasa Inggris dan cara kita menggunakannya telah berkembang selama lebih dari 1.000 tahun. Ini sekaligus sebagai benteng pertahanan terhadap penggunaan yang bukan-bukan dan bukti kemampuan kekal kita, sebagai pengguna, penulis, dan ‘tweeps‘ (terima kasih, Merriam-Webster) bahasa Inggris, untuk mengubahnya, pastikan bahwa itu merupakan hal yang hidup. Dengan demikian, kata-kata yang mengalami proses audisi yang panjang sebelum mereka masuk ke dalam berbagai jenis pekerjaan, mereka akan tetap ada di sana selama-lamanya. Salah satu dari kata-kata ‘baru’ 2014 adalah hi-fi, yang pertama kali digunakan pada tahun 1935. Vape, sementara itu, masih dalam pertimbangan. Namun meski kebijakan penerimaan ini begitu ketat, OED terus berkembang empat kali dalam setahun; update yang terbaru  sendiri, pada bulan September, memuat 600 kata-kata baru, frasa, dan pengertian.

Dengan pemikiran ini, ada satu pengumuman kata-terkait lainnya, pada hari Rabu (19/11/2014), yang menyebutkan: hasil jajak pendapat tahunan Time Magazine tentang kata asing, yang keluar sebagai ‘pemenang’ termasuk OMG, YOLO, dan twerk. Kontes tahun ini di antara berbagai saran telah dibayangi oleh keputusan untuk memasukkan kata feminist (editor mengatakan mereka hanya mengkritisi cara malas wartawan selebritas menggunakannya), tapi yang diutamakan adalah influencer dan – dalam pengertian terbaru mereka – basic (kekurangan dalam penerapan teknik mutakhir) dan disrupt (untuk mengguncang industri tidur, biasanya dengan bantuan teknologi baru). Seperti seorang puritan melemparkan kamus mereka karena putus asa, perlu diingat bahwa jika Anda bertanya kepada Chaucer apa yang ia pahami dengan kata ‘nice‘ (baik) ia mungkin akan bilang itu berarti ‘silly‘ (konyol).

Advertisements