Foto: badmintonindonesia.org
Foto: badmintonindonesia.org

Dua pasangan ganda wakil Indonesia berhasil menembus babak semifinal Hong Kong Super Series 2014. Masing-masing dari sektor ganda putri dan ganda putra.

Di ganda putri, pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari berhak melaju ke babak selanjutnya setelah di perempat-final berhasil menundukkan pasangan Jepang, Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda, Jumat (21/11/2014). Greysia/Nitya unggul dua set langsung 21-15 dan 23-21.

Di semifinal, Greysia/Nitya yang menempati unggulan ketujuh di turnamen ini, akan menghadapi pasangan Jepang lainnya, Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo. Tentu akan menjadi perjuangan yang berat bagi Greysia/Nitya, mengingat pebulutangkis asal negeri sakura memang terkenal karena keuletannya. Apalagi Ayaka/Misaki merupakan unggulan teratas dalam turnamen ini.

Namun seberat apa pun, perjuangan harus tetap dilanjutkan. “Kami siap untuk melawan wakil Jepang lagi, walaupun di perempat-final juga berhadapan dengan wakil Jepang. Memang hari ini capek. Besok, ya, bertarung lagi. Mau lawan Jepang lagi juga ayo. Kami mau menikmati satu demi satu pertandingan,” ujar Greysia mantap, dikutip dari laman badmintonindonesia.org.

Sementara di sektor ganda putra, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan juga menang atas wakil Jepang, Kenta Kazuno/Kazushi Yamada. Dengan relatif mudah Hendra/Ahsan, yang diunggulkan di tempat kedua, menang dua set langsung 21-12 dan 21-15.

Selanjutnya, di babak semifinal, pasangan Indonesia ranking tiga dunia ini akan menghadapi pasangan non unggulan asal Denmark, Mads Pieler Kolding/Mads Conrad-Petersen.

Langkah Hendra/Ahsan sepertinya akan berjalan mulus. Pasalnya, beberapa pasanganan unggulan lainnya telah tersingkir dari turnamen ini. Sebut saja Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong (Korea), Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin (Taiwan), dan Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (Jepang).

“Kami lebih yakin, memang ada kesempatan untuk meraih gelar juara, tetapi masih banyak juga kok pasangan ganda putra yang bagus-bagus tersisa. Kami juga mau fokus satu demi satu pertandingan. Lawan di semifinal dulu yang dipikirkan,” ungkap Hendra tak mau meremehkan.

Tentu besar harapan kita kedua pasangan tersebut dapat kembali mengharumkan nama Indonesia di percaturan bulutangkis dunia, sebagaimana telah mereka lakukan kala meraih medali emas di Asian Games 2014 lalu.

Advertisements