Foto: wallpas.com
Foto: wallpas.com

Sejumlah orang yang tergabung dalam kelompok perlindungan hewan SOS Chats Noiraigue, mengutuk keras perilaku banyak warga Swiss yang mengonsumsi daging kucing dan anjing.

Untuk itu, sebuah petisi yang ditandatangani 16.000 orang telah dikirim ke parlemen Swiss, mendesak pemerintah menyatakan kebiasaan tersebut sebagai kegiatan ilegal.

“Sekitar tiga persen dari warga Swiss diam-diam makan kucing atau anjing,” ujar pendiri dan presiden SOS Chats Noiraigue. Daging kucing biasanya disajikan sebagai menu tradisional perayaan Natal. Sedang daging anjing kebanyakan dijadikan bahan pembuat sosis dan obat rematik.

“Secara khusus kami menyaksikannya di wilayah Lucerne, Appenzell, Jura, dan daerah bagian Bern,” lanjut Tomek seperti dilansir laman BBC, Rabu (26/11/2014).

Sebelumnya, usaha menjadikan kegiatan mengonsumsi hewan peliharaan sebagai kegiatan melawan hukum beberapa kali pernah dilakukan. Namun selalu mengalami kegagalan.

Pada 2012, media Swiss thelocal.ch, pernah melaporkan upaya kelompok Masyarakat Swiss untuk Perlindungan Hewan yang melakukan kampanye kesejahteraan hewan.

Tahun 1993 6.000 orang menandatangani sebuah petisi yang menyerukan perlindungan bagi kucing dan anjing. Namun parlemen Swiss memutuskan bahwa masalah itu harus tetap menjadi urusan hati nurani pribadi.

Wikipedia mencatat, sejumlah negara telah mengonsumsi daging kucing dalam masa putus asa selama perang atau karena kemiskinan, sementara lainnya percaya mengonsumsi daging kucing dapat mendatangkan keberuntungan atau kesehatan. Berbagai budaya dan agama melarang konsumsi daging kucing untuk alasan kemanusiaan. Bahkan dalam beberapa kasus nilai ketabuannya dianggap melebihi konsumsi anjing.

Advertisements