Aca tampak bahagia memeluk pialanya.
Aca tampak bahagia memeluk pialanya.

Awal Mei 2014 lalu, Aca mengikuti lomba celoteh anak untuk usia di bawah lima tahun. Pesertanya anak-anak dari berbagai lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sekota Singkawang, Kalimantan Barat.

Aca, yang waktu itu berusia empat setengah tahun, berhasil menjadi juara pertama, dan berhak mewakili Kota Singkawang untuk lomba Celoteh Anak tingkat provinsi.

Menurut keterangan dewan juri, salah satu penentu kemenangan Aca adalah apa yang disampaikan paling sesuai dengan isi teks yang diserahkan ke dewan juri.

Ya, sebelum lomba, peserta diwajibkan menyerahkan teks pidato yang akan disampaikan. Teks itu sendiri bisa dibuat oleh orangtua atau guru. Jika teks dibuat oleh orangtua, selanjutnya teks diserahkan kepada guru PAUD yang bersangkutan untuk disensor, dan setelah teks lulus sensor guru PAUD-lah yang akan menyerahkannya kepada dewan juri.

Dalam kasus Aca. Teks dibuat berdasarkan apa yang ingin ia sampaikan sendiri. Dibuat urutan ceritanya, baru kemudian dibuat teksnya. Jadi ia tak perlu susah-payah menghafal. Dalam setiap latihan, tugas pelatih –yang menjadi pelatih adalah Bundanya sendiri- hanya sebatas meluruskan jika apa yang disampaikan menyimpang dari teks, selain juga memberi dorongan semangat tentunya.

Berikut isi teks pidato Aca sebelum masuk proses sensor:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Good Morning

Hai teman-teman, jumpa lagi dalam acara Celoteh Anak.

Aku akan menceritakan tentang keluargaku.

Perkenalkan namaku Elifa Aisya. Biasa dipanggil Aca. Umurku empat tahun. Aku sekolah di PAUD Pondok Belajar.

Setiap pagi, aku diantar sama Bunda. Bundaku namanya Hamsia Hamid. Bunda kerjanya jualan di pasar. Bunda jualan baju, jilbab, bros, baju Korpri, baju laki-laki, topeng, terompet. Bundaku garang macam nak Kak Ros.

Kalau pulang sekolah aku di jemput Ayah. Ayahku namanya Sambas Friady. Ayah buka warung sembako. Jualannya ada rokok, permen, kopi, gula. Dan bapak-bapak banyak yang datang ngopi sambil bergosip.

Aku juga punya Aki. Namanya Aki Jum’at Ardan. Aki kerja di kantor Pak Walikota. Pulangnya suka sore. Aku juga punya Uwan. Namanya Uwan Suryati. Dulu Uwan kerja, tapi sekarang ndak lagi. Uwan sekarang buka warung makan. Yang masak Uwan dan Aki. Onti Tya yang jaga. Acha biasa bantu buatkan minuman. Kalau ada ibu-ibu, Acha tanya, “Minum apa, Bu? Minum air sepang atau es teh?”

Teman-teman, itulah cerita keluargaku. Aku bangga punya mereka. Sudah dulu ya, teman-teman. Sampai jumpa!

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bye….Bye….

Advertisements