_79476808_459291374Sanksi Barat dan jatuhnya harga minyak terus menggerogoti ekonomi Rusia. Salah satu akibatnya adalah melemahnya rubel, mata uang Rusia, terhadap dolar dan euro hingga rekor terendah, Rabu (3/12/2014).

Setelah sempat menguat sehari sebelumnya, rubel kini jatuh mencapai angka 54,82 terhadap dolar dan 67,82 terhadap euro. Dengan demikian, sejak awal tahun ini, rubel telah merosot lebih dari 40 persen terhadap dolar dan 60 persen terhadap euro.

Menurut data resmi, pada Senin lalu bank sentral Rusia telah menggelontorkan sekitar $700 juta untuk menyokong mata uang. Diduga bank itu juga ikut campur tangan menopang kejatuhan rubel pada Rabu ini. Namun dugaan ini belum mendapat konfirmasi lebih lanjut.

Keputusan kelompok produsen minyak OPEC untuk tidak mengendalikan produksi – yang dapat menaikkan harga minyak – memicu penurunan besar terhadap rubel.

Pendapatan dari sektor minyak dan gas merupakan sumber terbesar pemasukan bagi Moskow.

Sumber: BBC

Advertisements