Foto: bbc.com
Foto: bbc.com

Pegunungan merupakan habitat alami bagi puluhan spesies katak semak, masing-masing dengan pola warna yang khas.

Sembilan spesies baru dari katak semak telah ditemukan di Ghats Barat, sebuah wilayah pegunungan di India selatan yang merupakan area utama keanekaragaman hayati.

Katak semak merupakan hewan kecil, dapat dijumpai terutama di Asia Selatan dan Tenggara, beberapa di antaranya muat dalam koin 20 sen. Awal tahun 2008, SP Vijayakumar dari Indian Institute of Science (Lembaga Ilmu Pengetahuan India) di Bangalore, telah menjelajahi Ghats Barat untuk menemukan mereka. Semua spesies baru yang telah ditemukannya masuk dalam genus Raorchestes (R), dan ia telah mengidentifikasi semuanya berdasarkan tampilan dan genetika. Vijayakumar dan rekan-rekannya telah mengumumkan temuan mereka di Zootaxa.

Ghats Barat adalah habitat bagi banyak spesies katak, termasuk 14 katak penari yang ditemukan awal tahun ini. Hal itu karena lanskap terfragmentasinya, dengan bukit-bukit, lembah, dan dataran tinggi. Ini berarti populasi katak dapat dengan mudah berkembang biak dalam isolasi. “Spesies kecil, khususnya, tidak mampu bergerak begitu jauh, dan memiliki habitat yang lebih kecil,” ujar Kartik Shanker, penulis pendamping dari Lembaga Ilmu Pengetahuan India di Bangalore. Ia berharap bisa “menemukan spesies baru di setiap rentang bukit”.

R. Flaviocularis ditemukan bertengger pada daun pohon pendek di sebuah bagian hutan yang telah dijadikan perkebunan teh. Yang satu ini sangat mudah dilihat, berkat bercak kuning-metalik pada matanya. Katak ini mulai jarang ditemukan, karena tampaknya berasal dari suatu tempat selain di mana sekarang mereka biasa terlihat.

R. Aureus mempunyai, eh, mata emas yang enak dilihat, dikelilingi oleh bintik-bintik. Spesies ini ditemukan pada tahun 2010 di padang rumput tepian hutan.

R. Primarrumpfi lebih memilih untuk tinggal di padang rumput dan rawa-rawa di dataran tinggi. Matanya memiliki busur berwarna perak-emas berkilauan yang khas. Nama yang unik tersebut berasal dari kata Jerman “Primarrumpf“. Hal ini mengacu pada Gondwanaland, sebuah benua raksasa yang pernah ada di muka bumi, dan yang mana India adalah sisa kecilnya.

Teman kecil yang satu ini memiliki tonjolan seperti tanduk di punggungnya, dan matanya memiliki bintik-bintik cokelat keemasan. R. Echinatus lebih menyukai hidup di padang rumput dan pertama kali terlihat bertengger di bilah rumput pada tahun 2011.

Dengan panjang sekitar 5 cm, R. Emeraldi adalah spesies Raorchestes terbesar yang diketahui. Memiliki pangkal paha keunguan yang gemuk, dan bintik-bintik kuning yang tersebar di sana-sini.

Ditemukan di sepanjang tepian hutan cemara basah, di semak-semak dan rerumputan, R. Leucolatus menghabiskan sebagian besar masa hidupnya di dasar hutan. Warnanya sebagian besar merah gelap kecoklatan dengan bintik-bintik putih, tetapi juga memiliki bercak putih mencolok pada pangkal pahanya.

Pertama terlihat di hutan cemara basah pada tahun 2010, R. Archeos berwarna cokelat terang, katak semak yang berukuran sedang. Memiliki bintik-bintik di bagian bawah dan warna mata cokelat keemasan yang unik. Untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, setengah lengannya berwarna hitam dan yang lainnya coklat.

Spesies katak semak penghuni hutan ini ditemukan di dasar semak-semak. R. Blandus dinamai demikian karena panggilan kawin merdunya: kata Latin “blandus” berarti “menyenangkan“. Katak ini memiliki bercak coklat kemerahan yang mencolok dan tidak teratur di kulitnya dan pertama kali terlihat pada tahun 2008.

R. Indigo dinamai begitu karena bercak ungu di bagian bawah kakinya. Ditemukan di dedaunan pada dasar hutan Kudremukh, puncak gunung yang mirip seekali dengan wajah kuda.

Saat ini diketahui ada 52 spesies Raorchestes di Ghats Barat. Vijayakumar dan timnya berhasil melihat kesemuanya selama ekspedisi mereka. Mereka juga menemukan 13 populasi katak semak yang berbeda secara genetik dan terisolasi secara geografis. Mereka menduga yang ini adalah spesies baru tapi belum dinamai atau dijelaskan secara rinci, kata Vijayakumar yang sedang berada di National Centre for Biological Sciences di Bangalore.

Sumber: bbc.com
Judul Asli: Nine beautiful new frog found in India’s Western Ghats
Penulis: Richa Malhotra

Advertisements