Foto: di"capture" dari laman bbc.com
Foto: di”capture” dari laman bbc.com

Presiden Kuba, Raul Castro, mendesak Amerika Serikat (AS) untuk segera mengakhiri embargo perdagangan setelah kedua negara membuka pembicaraan formal yang memulihkan hubungan diplomatik keduanya.

Presiden Castro mengatakan embargo lima dekade yang dilancarkan AS terhadap Kuba telah “menyebabkan kerusakan yang sangat besar pada kemanusiaan dan ekonomi”.

Pada Rabu (17/12/2014), dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi, Castro mengakui bahwa Kuba bersedia mebahas beberapa perselisihan dengan AS terkait kedaulatan nasional, demokrasi, dan kebijakan internal. “Kita harus belajar seni hidup bersama dengan cara beradab di tengah perbedaan antara kita,” katanya.

Presiden AS Barack Obama dan Castro telah menyepakati sejumlah langkah untuk memperbaiki hubungan. Di antaranya pembebasan kontraktor AS Alan Gross yang ditahan Kuba dan tiga orang Kuba yang ditahan di AS.

Obama berpendapat “kebijakan yang kaku dan ketinggalan zaman” dalam mengisolasi Kuba jelas-jelas telah gagal. Ia mengakui reformasi ekonomi masih dibutuhkan di Kuba dan hak asasi manusia perlu ditegakkan. Untuk itu, lanjutnya, sudah waktunya untuk pendekatan baru.

As sedang mencari jalan untuk membuka kedutaan besar di Havana dalam beberapa bulan mendatang.

Sebelumnya, sebuah laporan mengatakan bahwa Obama dan Castro telah melakukan pembicaraan melalui telepon selama hampir satu jama pada hari Selasa. Ini merupakan pembicaraan tingkat presiden pertama antara kedua negara sejak revolusi Kuba tahun 1959.

Namun demikian, meskipun Obama memiliki kewenangan untuk menormalkan hubungan dengan Kuba dan meningkatkan arus perputaran uang dan orang, hanya Kongres AS yang mempunyai kekuatan untuk mencabut embargo.

Wartawan BBC di Washington, Barbara Plett Usher, melaporkan bahwa Presiden Obama masih menghadapi oposisi yang kuat di Kongres yang melihat rezim Kuba sebagai kediktatoran represif.

Sumber: BBC

Advertisements