2015_Copa_AméricaDalam sepakbola, pelanggaran ringan, pelanggaran berat, atau sekadar perbuatan usil sering kali terjadi. Untuk itu, wasit sebagai pengadil pertandingan, berhak memberikan peringatan. Peringatan itu bisa berupa teguran lisan  atau sanksi kartu kuning untuk pelanggaran ringan cenderung kasar dan kartu merah untuk pelanggaran berat.Pemain yang melakukan pelanggaran wajib menerima peringatan tersebut. Pemain yang menerima kartu kuning masih dapat terus bermain, tapi harus hati-hati, karena jika melakukan pelanggaran lagi dan mendapat kartu kuning lagi maka wasit akan memberikan kartu merah. Jika mendapat kartu merah, pemain tidak boleh melanjutkan permainan dan harus keluar lapangan. Selain itu, masing-masing kartu juga diikuti dengan denda uang. Besaran denda sendiri tergantung pada aturan dalam kompetisi atau turnamen yang diikuti.

Tak hanya pemain di lapangan, teguran lisan atau kartu juga bisa diberikan kepada pelatih, pemain cadangan, atau kru tim. Seperti yang dialami Franklin Lucena, pemain cadangan tim Venezuela di perhelatan Copa America Cile 2015.

Kala itu, Venezuela sedang menghadapi salah satu tim unggulan Kolombia. Pada menit ke-60, di pertandingan yang berlangsung di Estadio El Teniente, Rancagua, Cile, Senin (15/6/2015) dini hari WIB itu, Venezuela unggul 1-0 lewat gol yang dilesakkan Jose Salomon Rondon.

Karena sudah unggul, di pertandingan pertama Grup C babak penyisihan grup itu, Venezuela lantas cenderung lebih fokus pada pertahanan. Memasuki menit ke-74, pelatih Venezuela Noel Sanvicente berencana menarik keluar salah satu penyerangnya, Luis Seijas, dan menggantinya dengan Lucena. Saat berdiri di pinggir lapangan bersiap-siap untuk masuk, kebetulan bola keluar lapangan dan mengarah pada Lucena. Entah iseng atau ingin membuang waktu, Lucena sedikit menyepak bola itu sehingga menjauh dari jangkauan pemain lawan yang bersiap melakukan lemparan ke dalam. Tak puas sampai di situ, Lucena lantas menepis dengan tangan bola yang sudah diraih sang lawan. Kontan, wasit Andres Cunha yang melihat kejadian itu menghampiri Lucena dan menghadiahinya kartu kuning. Sesaat kemudian, baru Lucena masuk menggantikan Seijas.

Demikianlah kejadian unik yang terjadi di perhelatan Copa America ke-44 itu. Lucena harus rela menerima kartu kuning hanya sesaat sebelum masuk lapangan menggantikan rekan setimnya. Untung saja, Venezuela berhasil mempertahankan keunggulan hingga pertandingan selesai.

Advertisements