Bicara Kabupaten Cilacap, yang terlintas di benak pertama kali mungkin Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, tempat para penjahat narkoba dieksekusi mati beberapa waktu lalu.

Namun di balik itu, terdapat lokasi wisata pantai yang eksotik. Adalah Pantai Karang Bolong. Posisinya tepat berada di ujung timur Pulau Nusakambangan.

Di lokasi wisata ini, terdapat beberapa ceruk-ceruk kecil dengan hamparan pasir putih. Sisanya, laut dan batu karang. Pada setiap ceruk itu mengalir air tawar dari mata air, yang tampak seperti air terjun. Sayang, saat tim redaksi berkunjung, mata air itu kering. Dari Karang Bolong juga pengunjung dapat menikmati pemandangan laut lepas hamparan Samudera Hindia.

Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung bisa menumpang perahu tradisional kathir. Ongkosnya antara Rp20.000-Rp30.000 per orang. Perahu kathir banyak tersedia di Pantai Teluk Penyu. Lebih mudah jika berangkat rombongan 5-10 orang. Saat hendak naik perahu, catat nomor kontak pengemudinya. Sesampai di Karang Bolong, saat mau kembali ke Teluk Penyu, hubungi nomor itu untuk menjemput. Karena perahu kathir tidak mangkal di Karang Bolong.

Sementara, Teluk Penyu juga menyajikan keindahannya sendiri. Hamparan pantai teluk di selatan Pulau Jawa ini sering dipadati pengunjung di hari Sabtu dan Minggu, maupun hari libur lainnya. Masuk kawasan ini setiap pengunjung ditarik biaya Rp10.000.

Tak hanya itu, di Pantai Teluk Penyu ini juga terdapat benteng peninggalan kolonial. Benteng Pendem namanya. Dari atas benteng ini pengunjung juga dapat melihat laut lepas. Pengunjung dapat memperhatikan hilir-mudik kapal-kapal yang keluar-masuk Cilacap.

Benteng Pendem Cilacap atau dalam bahasa Belanda disebut Kusbatterij op de Lantong the Tjilacap, terletak 0,5 km dari arah selatan Pantai Teluk Penyu. Masih termasuk di wilayah Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan. Nama tersebut memiliki arti sebagai tempat pertahanan pantai di atas tanah menjorok ke laut yang menyerupai bentuk lidah.

Benteng ini merupakan peninggalan Hindia Belanda yang dibangun tahun 1861-1879 sebagai benteng pertahanan. Keseluruhan bangunan benteng ini masih dipertahankan seperti bentuk aslinya, yang terdiri dari barak/ruang prajurit, klinik, terowongan, penjara, ruang amunisi, ruang akomodasi, dan landasan meriam yang dikelilingi oleh parit dengan kedalaman 3 m. Benteng ini dibangun di bawah gundukan tanah, yang di atasnya ditumbuhi pepohonan perdu, sehingga menjadi pertahanan tersembunyi karena dari jauh nampak seperti bukit.

“Di sekitar Benteng Pendem juga terdapat beberapa hewan rusa peninggalan Hindia Belanda. Menurut ceritanya dulu, Goa Benteng Pendem bisa tembus lewat laut sampai ke Karang Bolong, sebagai tempat pengintai musuh. Namun sekarang sudah penuh dengan air,” jelas anggota Polisi Pariwisata Satuan Pengamanan Obyek Vital Kepolisian Resor Cilacap, Brigadir Polisi Dua Nur Rizki Suci Pangesti. [imf_Januari 2016]

cilacap-3 cilacap-4 cilacap-5 cilacap-6 cilacap-7 cilacap-8

Advertisements